Penulis: KH. Anwar Fanani, Ketua LBM (Lembaga Bahtsul Masail) NU Trenggalek

 

NUTRENGGALEK.OR.ID – Lafadz Al-Quran, asma Allah, dan asma Nabi Muhammad SAW, hukumnya wajib dimuliakan. Benda apapun yang bertuliskan Al-Quran, asma Allah, dan asma Nabi SAW, tidak boleh dibawa ke tempat kotor, seperti WC dan lainnya.

Bahkan jika kedapatan berada di tempat yang tidak layak, seperti jatuh di tanah, maka wajib mengangkatnya dan meletakkan di tempat yang tinggi sekiranya tidak sejajar dengan posisi kaki.

 

Baca juga: Ini Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Santri 2018 di Trenggalek

 

Karena itu, ulama Syafiiyah menghukumi makruh menulis kalimat Al-Quran, kalimat tauhid, dan lainnya, pada benda yang sekiranya sulit menjaga kemulian kalimat-kalimat tersebut. Misalnya, menulis nama Allah pada bendera, undangan, baju, topi, dan lainnya. Bahkan ulama Malikiyah berpendapat haram, karena akan menyebabkan kalimat-kalimat tersebut diremehkan.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Kuwaitiyah berikut;

ﺫﻫﺐ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺑﻌﺾ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻧﻘﺶ ﺍﻟﺤﻴﻄﺎﻥ ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﺨﺎﻓﺔ ﺍﻟﺴﻘﻮﻁ ﺗﺤﺖ ﺃﻗﺪﺍﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﻳﺮﻯ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﺣﺮﻣﺔ ﻧﻘﺶ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻴﻄﺎﻥ ﻟﺘﺄﺩﻳﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻻﻣﺘﻬﺎﻥ

“Ulama Syafiiyah dan sebagian ulama Hanafiyah berpendapat terhadap kemakruhan mengukir (menulis) dinding dengan Al-Quran karena dikhawatirkan jatuh di bawah kaki manusia. Sedangkan ulama Malikiyah berpandangan bahwa haram menulis Al-Quran dan nama Allah di atas dinding karena akan menyebabkan nantinya disepelekan.”

Apabila terlanjur ditulis pada benda tersebut, maka para ulama menyarankan dua tindakan untuk menjaga dan memuliakan kalimat-kalimat tersebut.

Pertama, kalimat-kalimat tersebut dihapus dengan air atau lainnya. Kedua, benda tersebut dibakar dengan api.

 

Lihat juga: LBM NU Trenggalek Safari Ramadan di Mapolres dan Makodim

 

Syaikh Zainuddin Al-Malibari mengatakan dalam kitabnya, Fathul Mu’in, bahwa menghapus dengan air lebih utama dibanding membakarnya. Hal ini jika proses menghapus dengan air tersebut mudah dilakukan dan airnya tidak jatuh ke tanah. Namun jika sulit menghapusnya atau airnya jatuh ke tanah, maka membakarnya lebih utama.

 

(Zein Ave)

1 comment
  1. ada yg mengatakan jika menaruh lafal Allaah tdk boleh lurus dh lafal muhammad lafal Allaah harus di atasnya. bagzimana yg sebenarnya?

Tinggalkan Balasan
You May Also Like

Bacaan dan Tata Cara Bilal Shalat Jumat (Panduan Singkat)

Dalam pelaksanaan shalat Jumat, bilal atau muraqqi mempunyai peran yang penting. Bilal…

Dalil Penentuan Jumlah Bilangan Bacaan Wirid atau Dzikir

Adapun soal penentuan bilangan dan lafaznya, maka sebenarnya sama saja bisa ditentukan…

Poin-Poin Kajian Buya Arrazy Hasyim PW Rijalul Ansor Jatim

Pengurus Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim kembali…

Makna ar-Rahman & ar-Rahim Secara Bahasa, Istilah, dan Kalam

Kaum muslimin Indonesia pada umumnya mengetahui makna ar-Rahman dan ar-Rahim sebagai Yang…