Doa Kebangsaan Lintas Pemuda yang digelar oleh sejumlah organisasi kepemudaan Trenggalek di momen HUT RI ke-76 pada Rabu (18/8) kemarin mendapat respon positif dari sejumlah pihak. Di antaranya datang dari sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Amin Tohari.

“Kegiatan seperti itu (Doa Kebangsaan) perlu dibudayakan. Itu wujud kepedulian dan toleransi di antara perbedaan-perbedaan yang ada,” kata Kang Amin, sapaan akrabnya, Kamis (19/9).

Dituturkan Kang Amin, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami keprihatinan akibat pandemi. Karena itu doa bersama dari seluruh elemen menjadi spirit untuk saling menguatkan.

Namun demikian, Kang Amin dulunya juga aktivis pemuda tersebut mengingatkan agar tidak berhenti di acara tersebut. Masih banyak ruang dan peran yang harus dimaksimalkan oleh kalangan pemuda.

“Yang paling penting ya rutinkan. Bikin diskusi-diskusi bersama, misalnya, agar muncul ide-ide kreatif dan inovatif dari para pemuda untuk bersama-sama membangun Trenggalek,” imbuh pria yang juga menjabat Sekretaris Fraksi PKB DPRD Trenggalek tersebut.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah 13 organisasi lintas pemuda dan lintas agama menggelar Doa Kebangsaan guna memperingati HUT RI ke-76 pada Rabu (18/8/2021) kemarin.

smart center pemkab trenggalek
Ketua dari 13 organisasi kepemudaan lintas agama berfoto bersama seusai Doa Kebangsaan di Gedung Smart Center Pemkab Trenggalek, Rabu (18/8).

Ketiga belas organisasi kepemudaan tersebut antara lain GP Ansor, PDPM, Fatayat, Nasyiatul Aisyiyah, PMII, GMNI, HMI, IMM, IPNU, IPPNU, dan IPM. Kemudian juga ada BAMAG dari Nasrani (Kristen dan Protestan) dan Peradah yang mewakili pemuda Hindu.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Trenggalek, Trigus Dodik Susilo, yang menjadi salah satu koordinator acara bersama Ketua GP Ansor Gus Zaki mengatakan bahwa kegiatan bersama kemarin memang masih yang pertama kali dilaksanakan. Namun menurutnya, semua elemen sudah sepakat bahwa kebersamaan tersebut akan terus dilanjutkan.

“Setelah ini kita sepakat untuk mengadakan kegiatan bersama secara rutin semisal kajian-kajian tentang kebangsaan, kepemudaan, termasuk isu-isu lingkungan di Trenggalek,” kata Trigus, Rabu (18/8).

(Androw Dzulfikar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Innalillahi, Bu Nyai Afifah Fanani Kedunglurah Wafat

Warga nahdliyin kabupaten Trenggalek berduka. Bu Nyai Hj. Afifah Fanani, istri (alm)…

100 Hafidz al-Qur’an Sambut Tahun Baru 1443 H di Desa Senden

Tahun Baru 1 Muharam 1443 Hijriyah disambut berbeda oleh masyarakat desa Senden,…

PCNU Trenggalek Ziarah ke Makam Muasis NU dan Sesepuh Kabupaten Trenggalek

Jajaran Syuriah, Tanfidziyah, dan A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek berziarah…

Daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Trenggalek

  TRENGGALEK – Tahun ajaran baru bagi lembaga pendidikan pondok pesantren umumnya…