Tidak kurang dari 500 warga Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek menggelar Ziarah Kubra dan Tahlil Akbar sebelum memasuki bulan Ramadhan 1443 H, Kamis (31/3/2022).

Ziarah dan tahlil akbar secara bersama-sama di makam tersebut terselenggara berkat koodinasi yang dilakukan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Munjungan. Tahun ini, kegiatan tersebut sudah berjalan dua kali.

Ketua PRNU Munjungan 1, Mujiharto, menjelaskan, masyarakat sangat antusias dengan acara ziarah dan tahlil bersama di makam. Hal itu dapat dilihat dari jumlah yang hadir bila dibandingkan tahun kemarin.

“Ada 500 lebih. Kalau tahun ini terop tiga dan itu penuh semua, bahkan sampai meluber ke jalan,” kata Mujiharto melalui sambungan telepon, Kamis (31/3).

Pria yang mengajar di PP. Nurul Ulum Sumberagung Munjungan tersebut menambahkan, ziarah dan tahlil akbar merupakan instruksi langsung dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Munjungan, agar bisa dikoordinasikan per Ranting.

Menurutnya, kelebihan acara tersebut dibanding saat dikoordinasikan oleh Ranting ialah lebih mudah, orang-orang antusias, dan senang ketika dijadikan bersama. Sebab, warga yang tidak hafal Surat Yasin ataupun tahlil bisa mengikuti dengan khidmat.

“Akhirnya masyarakat ikut Yasinan dan tahlilan bareng-bareng. Jadi syiarnya ada. Kompak juga. Bahkan pemerintah dusun sangat mendukung, utamanya dari Kasun dan RT juga terlibat,” ungkapnya.

Ditanya soal ziarah lanjutan menjelang lebaran, dirinya belum bisa memastikan. Sebab, yang sudah menjadi tradisi adalah ziarah sebelum bulan Ramadhan. Namun demikian, ada juga beberapa orang yang melakukan ziarah sebelum masuk Hari Raya Idul Fitri, secara perorangan.

Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya dari PRNU dan pemerintah desa yang berpartisipasi, tetapi juga seluruh Banom NU. Seperti Banser menjaga keamanan, serta mengatur lalu lintas karena banyaknya masyarakat yang ikut berpartisipasi.

“Kiai-kiai langgar-mushala juga diundang. RT, RW, dilibatkan, termasuk Banom-Banom NU, mulai GP Ansor, Banser, Muslimat, dan Fatayat juga,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, ziara dan tahlil sebelum bulan Ramadhan sudah menjadi tradisi umat muslim di Nusantara, selain tradisi “megengan”. Akan tetapi, umumnya, ziarah ke makam leluhur tersebut dilakukan secara perorangan.

Belakangan, ziarah kubur dan tahlil secara serempak sudah banyak ditemui di berbagai desa, dengan koordinasi dari Pemerintah maupun pengurus NU setempat. Salah satunya adalah sebagaimana dilakukan di Munjungan ini.

(Madkhan Jazuli/Arkha)

You May Also Like

Daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Trenggalek

  TRENGGALEK – Tahun ajaran baru bagi lembaga pendidikan pondok pesantren umumnya…

Ning Nida Sabet Juara 1 MHQ Internasional di Kazan Rusia

Dewi Yukha Nida, qari internasional asal Trenggalek, berhasil menyabet juara I pada…

Panduan Zakat Fitrah oleh LBM PCNU Trenggalek

  TRENGGALEK – Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim. “Sesungguhnya Rasulullah Saw…

Innalillahi, Bu Nyai Afifah Fanani Kedunglurah Wafat

Warga nahdliyin kabupaten Trenggalek berduka. Bu Nyai Hj. Afifah Fanani, istri (alm)…