Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek telah usai. Banyak hal yang harus menjadi evaluasi. Salah satunya dalam hal publikasi.

Perihal tersebut dikemukakan Erick Dwi Rahmawan, Ketua Pelaksana HSN 2022 PCNU Trenggalek, Senin (14/11). Menurutnya, salah satu evaluasi rangkaian kegiatan adalah publikasi. Dengan menyebarkan informasi kegiatan, akan semakin banyak khalayak publik yang mengetahui.

“Sehingga secara kualitas dan kuantitas, peran serta para santri lebih maksimal dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia HSN,” bebernya.

Menurutnya, peringatan Hari Santri ini merupakan momen yang sangat penting untuk para santri, khususnya di Kabupaten Trenggalek. Supaya bisa merefleksikan diri terhadap sejarah perjuangan kiai dan santri dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Tidak hanya itu, Erik mengatakan bahwa ingatan sejarah akan memberikan bekal bagi para santri di zaman modern ini untuk selalu berbenah. Kemudian memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

“Sebab, diakui atau tidak, santri saat ini dihadapkan pada situasi yang lebih berat dengan adanya perubahan global yang begitu masif. Dan santri harus bisa menjawab tantangan itu,” imbuhnya.

Erik mengaku bersyukur, seluruh rangkaian kegiatan HSN berjalan dengan lancar dan sukses. Termasuk acara tasyakuran sebagai malam puncak peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 Kabupaten Trenggalek.

“Sukses kegiatan HSN tahun ini tak lepas dari peran maksimal dari para pengurus lembaga dan Badan Otonom PCNU Trenggalek. Serta juga dukungan luar biasa dari Pemkab Trenggalek,” ujarnya.

Diketahui, puluhan kegiatan perlombaan ala santri diselenggarakan. Di antaranya lomba muhafadzah, Musabaqoh Qiroatul Kutub, MTQ, khitabah, dan festival shalawat. Kegiatan tersebut dikoordinir oleh masing-masing Lembaga dan badan Otomon PCNU Trenggalek.

Selain itu juga kegiatan seminar, pawai taaruf, dan istighotsah kubro yang diikuti ribuan masyarakat se-Kabupaten Trenggalek.

“Total sekitar 40 even berhasil diselenggarakan,” kata Erik.

Di acara penutupan, dilakukan pemberian penghargaan secara simbolis untuk pemenang Lomba HSN. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Trenggalek.

Di samping itu juga dilakukan penyerahan sertifikat wakaf tanah NU oleh kepala BPN kepada PCNU Trenggalek.

Seusai sambutan dari Bupati Trenggalek, acara dilanjutkan dengan mauidzah hasanah oleh KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza dari PP Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri.

Lantunan shalawat oleh Majelis Shalawat Kanjeng Jimat dari PP Al-Mu’minun Kecamatan Pogalan turut memeriahkan acara tersebut.

Pewarta: Madchan Jazuli

Editor: Androw Dzulfikar

You May Also Like

Daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Trenggalek

  TRENGGALEK – Tahun ajaran baru bagi lembaga pendidikan pondok pesantren umumnya…

Ning Nida Sabet Juara 1 MHQ Internasional di Kazan Rusia

Dewi Yukha Nida, qari internasional asal Trenggalek, berhasil menyabet juara I pada…

Panduan Zakat Fitrah oleh LBM PCNU Trenggalek

  TRENGGALEK – Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim. “Sesungguhnya Rasulullah Saw…

Innalillahi, Bu Nyai Afifah Fanani Kedunglurah Wafat

Warga nahdliyin kabupaten Trenggalek berduka. Bu Nyai Hj. Afifah Fanani, istri (alm)…