Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) kabupaten Trenggalek gencar membentuk pengurus di tingkat Ranting yang berbasis masjid atau mushala. Kabar terakhir, pembentukannya hampir mencapai 70 persen.

Ketua LTMNU Trenggalek Kiai Imam Mujtahid mekankan, pengurus di tingkat Ranting harus kreatif dalam mengelola dan memakmurkan masjid dan mushala.

Menurutnya, masjid dan mushala mempunyai banyak potensi. Ketika takmirnya tidak kreatif maka akan berdampak kurang majunya masjid. Salah satu contoh bisa diadakan pendidikan al-Qur’an, rapat di masjid, dan seterusnya.

“Boleh juga di masjid diberi persediaan minuman, yang disukai jamaah apa, agar supaya jamaahnya senang dan betah di masjid. Harus kreatif, senang di masjid mungkin tidak menyalahi syar’i Islam,” kata Kiai Tahid, Jum’at (17/12/2021).

Cara lain agar lebih maju, pengurus takmir harus mengikuti perkembangan zaman. Saat ini, segala administrasi bisa melalui digital. Misalnya pengisian data marbot hingga database yang diminta oleh Kementerian Agama (Kemenag) atau instansi lain.

“Kalau tidak bisa online dan tidak mengikuti zaman digital ini, masjid akan ketinggalan dan tidak bisa mengakses kecepatan,” paparnya.

Kiai Tahid menambahkan, program jangka menengah dari PC LTMNU adalah membuat dan mengajak takmir se-Trenggalek supaya memasang papan nama LTM di mushala dan masjid masing-masing. Selama ini, LTM belum berhasil punya database.

“Ketika ditanya mana berapa mushala dan masjid se-Trenggalek kepunyaan NU, yang waqaf berapa, terus pengurusnya mana, belum punya,” imbuhnya.

Untuk itu, ia mengaku sudah membuatkan google form guna mendata masjid dan mushala NU yang ada di Trenggalek.

Di samping itu, program lainnya yakni membuat Surat Keputusan (SK) takmir masjid dan mushala. Selain legalitas lebih kuat diakui oleh pemerintah, sekaligus akan lebih mudah jika sewaktu-waktu ada bantuan lebih mudah.

“Kalau tidak punya piagam akan sulit. LTM NU mendampingi hal itu,” ungkap pria yang juga Ketua NU Ranting Senden Kampak ini.

Pihaknya juga akan berkolaborasi dengan lembaga lain dibawah PCNU Trenggalek. Misalnya program bersama Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTNNU) membuat buku takmir masjid mushala tentang ibadah sehari-hari di masjid dan mushala NU. Bentuknya berupa buku berukuran kecil yang akan bermanfaat sebagai panduan wiridan, bilal, atau cara ibadah nahdliyin sehari-hari.

Insyallah jangka panjang mudah-mudahan bisa terlaksana,” tutup pria dua anak ini.

(Madchan Jazuli)

You May Also Like

Innalillahi, Bu Nyai Afifah Fanani Kedunglurah Wafat

Warga nahdliyin kabupaten Trenggalek berduka. Bu Nyai Hj. Afifah Fanani, istri (alm)…

Daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Trenggalek

  TRENGGALEK – Tahun ajaran baru bagi lembaga pendidikan pondok pesantren umumnya…

100 Hafidz al-Qur’an Sambut Tahun Baru 1443 H di Desa Senden

Tahun Baru 1 Muharam 1443 Hijriyah disambut berbeda oleh masyarakat desa Senden,…

PCNU Trenggalek Ziarah ke Makam Muasis NU dan Sesepuh Kabupaten Trenggalek

Jajaran Syuriah, Tanfidziyah, dan A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek berziarah…