Niat merupakan kunci dari setiap amal dan ibadah. Demikian pula dengan ibadah zakat fitrah yang dikeluarkan umat muslim pada bulan Ramadhan hingga sebelum salat Idul Fitri ini. Sehingga bagi setiap muslim penting untuk mengetahui lafal niat zakat fitrah.

lafal niat zakat fitrah bahasa arab dan latin وقت_إخراج_زكاة_الفطر

 

Karena kedudukan niat dalam zakat fitrah sangat menentukan, maka pada saat mengeluarkan zakat, harus jelas apakah zakat tersebut untuk diri sendiri, atau untuk anak, istri, suami, ataukah untuk diri sendiri dan anggota keluarga (orang yang dinafkahi). Untuk itu, berikut ini akan diuraikan lafal-lafal niat mengeluarkan zakat fitrah dalam bahasa arab dan latin dengan disertai artinya.

Niat bermakna menyengaja. Niat juga berarti iktikad tanpa keraguan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), niat diartikan sebagai maksud atau tujuan suatu perbuatan; kehendak (keinginan dalam hati) akan melakukan sesuatu.

Dalam hadits sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa “segala amal perbuatan bergantung pada niat”. Menurut Imam Nawawi, hadits tersebut mengindikasikan bahwa niat adalah sebagai syarat sahnya perbuatan syariat.

Niat terletak dalam hati. Niat berbeda dengan talaffudz niat (melafalkan niat). Meskipun demikian, melafalkan niat adalah dianjurkan guna membimbing hati untuk menegaskan dan memantapkan niat tersebut.

Berikut ini lafal-lafal niat mengeluarkan zakat fitrah dalam bahasa Arab dengan disertai dengan teks latin dan artinya.

Lafal-Lafal Niat Zakat Fitrah

Lafal niat zakat fitrah untuk diri sendiri

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘an-nafsî fardhal lillâhi ta’âlâ.

Arti: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri, fardu karena Allah Ta’ala”

Lafal niat zakat fitrah untuk istri/suami

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘an-zaujatî fardhal lillâhi ta’âlâ.

Arti: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk istri/suami saya  …  (yaitu, sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala”

Lafal Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ ….. فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘an-waladî  … (sebutkan nama)  fardhal lillâhi ta’âlâ.

Arti: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-laki saya  …  (yaitu, sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala”

Lafal niat zakat fitrah untuk anak perempuan

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ ….. فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘an-bintî  … (sebutkan nama)  fardhal lillâhi ta’âlâ.

Arti: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuan saya  …  (yaitu, sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala”

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan seluruh anggota keluarga (yang dinafkahi)

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّيْ وَ عَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘annî  wa ‘an jamî’i mâ yalzamunî nafaqâtuhum syar’an fardhal lillâhi ta’âlâ.

Arti: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala”

Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakili (titip)

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ….. فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘an  … (sebutkan nama)  fardhal lillâhi ta’âlâ.

Arti: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk  … (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala”

Doa Menerima Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan sebuah wujud kebaikan, yaitu kebaikan yang dikeluarkan oleh muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) karena memenuhi perintah Allah Swt. Karena itu, sudah selayaknya, sesuai adabnya, mustahiq (penerima) zakat membalas kebaikan tersebut dengan kebaikan pula, yaitu dengan doa.

Adapun doa bagi orang yang menerima zakat fitrah adalah sebagai berikut:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَآ اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَآ اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Âjarakallâhu fîmâ a’thaita wabâraka fîmâ abqaita waja’alahū laka thahūrâ.

Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberkahi harta yang engkau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Selain lafal doa tersebut, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya, Nihayatuz Zain, memberikan alternatif lafal doa lainnya saat menerima zakat fitrah. Lafal doa tersebut adalah sebagai berikut:

طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ

Thahharallâhu qalbaka fî qulūbil abrâri wazakka ‘amalaka fî ‘amalil akhyâri, wa shalla ‘alâ rūhika fî arwâhisy-syuhadâ’.

“Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah membersihkan amalmu di dalam amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah bershalawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang syahid.”


(Androw Dzulfikar)

3 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
lbm pcnu trenggalek

Bacaan dan Tata Cara Bilal Salat Idul Fitri

TRENGGALEK – Bilal atau muraqqi adalah seseorang yang bertugas mengumandangkan azan dan…

Bolehkah Berkurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal ?

Salah satu ibadah pada Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban. Bolehkah berkurban untuk orang-orang yang sudah meninggal?

Adab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar dan Agar Dagingnya Enak

Proses (tata cara dan adab) penyembelihan hewan kurban menentukan sah atau tidaknya dan kesempurnaan ibadah kurban. Selain itu mempengaruhi kualitas daging kurban yang enak dan tidak berbau menyengat.

Siapa Yang Akan Disembelih: Ismail atau Ishaq? Kajian Tafsir al-Maraghi

Oleh :  Ustadz Afrizal El Adzim Syahputra, Lc., MA   Syariat kurban…