Komisariat IPNU-IPPNU Sudah Berdiri di 80 Persen Sekolah Ma’arif NU di Trenggalek

komisariat-ipnu-ippnu-lp-ma'arif-nu-trenggalek
Kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU-IPPNU yang diselenggarakan oleh Komisariat SMP Islam Gandusari.

 

nutrenggalek.or.id – Memasuki tahun 2020 ini, sebanyak 80 persen sekolah/madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Trenggalek sudah berdiri Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Pendirian Komisariat IPNU-IPPNU di Lembaga Pendidikan Ma’arif ini merupakan implementasi dari MoU (Nota Kesepahaman) antara Pimpinan Pusat (PP) IPNU-IPPNU dengan PP LP Ma’arif NU pada akhir November tahun kemarin.

“Alhamdulillah, dari 19 SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Ma’arif yang ada di Trenggalek, 15 diantaranya sudah ada Komisariatnya sejak akhir tahun kemarin,” ungkap Ketua PC IPNU Trenggalek, Rekan Muhammad Saifulloh, di kediamannya, Senin (27/1/2019).

Saiful melanjutkan, sejak adanya MoU di Pimpinan Pusat, IPNU-IPPNU Cabang Trenggalek langsung bergerak. Diantaranya dengan berkoordinasi dengan Pengurus Cabang LP Ma’arif Trenggalek. Dari hasil koordinasi tersebut, PC LP Ma’arif NU mengundang Kepala Sekolah untuk dilakukan sosialisasi bersama PC IPNU-IPPNU Trenggalek.

“Empat Sekolah Ma’arif yang belum didirikan Komisariat itu dikarenakan pada acara sosialisasi, Kepala Sekolahnya berhalangan hadir, (yaitu) dua di Kecamatan Dongko dan dua di Watulimo,” imbuh Saiful.

Namun demikian, PC IPNU dan IPPNU Trenggalek terus berkoordinasi dengan Kepala Sekolah tersebut, termasuk dengan PC LP Ma’arif NU Trenggalek, agar pendirian Komisariat di sekolah Ma’arif bisa segera 100 persen.

“Targetnya, memang di tahun 2020 ini, Komisariat IPNU-IPPNU sudah berdiri di total 19 sekolah Ma’arif di Trenggalek. Tapi yang lebih kita fokuskan adalah pengawalan dan pendampingan Komisariat-Komisariat yang baru terbentuk ini,” kata dia.

Mengenai kegiatan pengkaderan di Komisariat LP Ma’arif, Saiful menuturkan bahwa masing-masing mempunyai format yang berbeda-beda. Di delapan Komisariat, MOS (Masa Orientasi Siswa) langsung diganti dengan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU-IPPNU. Sisanya, selain menyelenggarakan Makesta, juga masih mempertahankan kegiatan MOS.

“Untuk keberadaan OSIS (Organisasi SIswa Intra Sekolah), berdasarkan pertimbangan sekolah masing-masing, untuk sementara waktu masih dipertahankan,” pungkas Saiful.

MoU antara PP IPNU dan PP IPPNU dengan PP LP Ma’arif NU berisi tentang kerja sama pendirian dan pengembangan Komisariat IPNU-IPPNU di setiap sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU, dengan tujuan menguatkan manajemen organisasi dan kelembagaan masing-masing pihak serta mengembangkan sistem dan pola kaderisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

 

(Androw Dzulfikar/Zein Ave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *