Rois Syuriah PCNU Trenggalek, KH Mastur Ali, menegaskan bahwa semua pengurus NU harus memasukkan anak-anaknya ke pesantren. Hal itu berlaku untuk pengurus di semua tingkatan, baik yang ada di Syuriah, Tanfidziyah, maupun jajaran lainnya.

Pernyataan itu disampaikan seusai melantik Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Trenggalek yang dirangkai dengan agenda Turba PCNU Trenggalek, Jumat (11/2/2022).

“Sebagai bibit-bibit pesantren, penerus organisasi Nahdlatul Ulama. Itu sesuai dengan harapan Mbah Hasyim dalam mendirikan NU,” ungkap Kiai Mastur.

Dikatakan Kiai Mastur, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang didirikan oleh para ulama atau kiai. Maka sudah semestinya untuk mempersiapkan kader-kader penerus pesantren, NU, dan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

“Nama organisasinya saja Nahdlatul Ulama, yang artinya kebangkitan ulama,” imbuh pengasuh PP Darussalam Sumberingin Karangan tersebut.

Selain mempersiapkan bibit pesantren, Kiai Mastur juga mengingatkan pentingnya kriteria mutafaqqih bagi pengurus Syuriah NU di semua tingkatan.

Menurut Kiai Mastur, syarat seseorang untuk bisa menjadi Syuriah di organisasi Nahdlatul Ulama, di antaranya adalah harus mutafaqqih, yaitu memahami ilmu agama Islam.

Syarat tersebut berlaku untuk pengurus Syuriah NU di semua tingkatan, terutama MWC, Pimpinan Ranting, hingga Pimpinan Anak Ranting.

“Itu sejalan dengan harapan Mbah Hasyim, kebangkitan ulama,” kata Kiai Mastur mengulangi pernyataannya.

Untuk itulah, lanjut Kiai Mastur, PBNU hari-hari ini menggencarkan kaderisasi terhadap seluruh pengurus NU, terutama yang ada di jajaran Syuriah. Kaderisasi tersebut dilakukan melalui PPWK atau Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan.

“Ini akan dimulai PPWK, dari Cabang Trenggalek diundang dua orang. Saya akan mengawalinya bersama Katib Syuriah,” imbuhnya.

Masih menurut Kiai Mastur, jajaran Syuriah PCNU Trenggalek sudah memenuhi kriteria tersebut. Termasuk Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Trenggalek yang baru saja dilantik (Kiai Akifun Nuha, pengasuh PP Darul Falah, red).

Pernyataan senada disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Trenggalek, KH Muh Fatkhulloh Sholeh. Menurut Gus Loh, sapaannya, NU merupakan organisasi para ulama, yang didirikan sebagai kebangkitan ulama.

“Jadi NU ini amanatnya ulama. Di dalamnya ada berbagai tuntunan agama. Kita diamanati meneruskan perjuangan Kanjeng Nabi. Hakikatnya begitu,” ungkap Gus Loh.

Gus Loh menambahkan, selain tuntunan agama, pengurus NU juga mendapat amanah untuk mengurus persoalan kemaslahatan duniawi. Mulai dari membangun nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, hingga berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan syariat Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin.

Di kesempatan tersebut, Gus Loh mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MWC NU Kecamatan Trenggalek yang baru saja dilantik.

“Khidmah kita di NU adalah ibadah kepada Allah,” pungkas pengasuh PP Bumi Hidayah Attaqwa tersebut.

Turba PCNU Trenggalek dan Pelantikan MWC NU Kecamatan Trenggalek dilaksanakan di PP Darul Falah Parakan, Kecamatan Trenggalek. Hadir di acara tersebut antara lain Rois Syuriah PCNU Trenggalek beserta jajaran, Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah, serta Pengurus Harian dan Lembaga.

(Arkha)

You May Also Like

Daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Trenggalek

  TRENGGALEK – Tahun ajaran baru bagi lembaga pendidikan pondok pesantren umumnya…

Ning Nida Sabet Juara 1 MHQ Internasional di Kazan Rusia

Dewi Yukha Nida, qari internasional asal Trenggalek, berhasil menyabet juara I pada…

Panduan Zakat Fitrah oleh LBM PCNU Trenggalek

  TRENGGALEK – Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim. “Sesungguhnya Rasulullah Saw…

Innalillahi, Bu Nyai Afifah Fanani Kedunglurah Wafat

Warga nahdliyin kabupaten Trenggalek berduka. Bu Nyai Hj. Afifah Fanani, istri (alm)…