Khutbah I

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ بِحُسْنِ خُلُقِ الْعَظِيْمِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَفْضلِ اْلاَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَاِبه اَجْمَعِيْنَ

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى:إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah senantiasa kita tingkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan cara menjalankan semua perintah-perintah-Nya, dan menjauhi semua yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Dan marilah kita selalu berusaha menjadi muslim yang bijak dalam bersikap menghadapi setiap masalah, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial atau medsos.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sebagaimana kita sadari bahwa media sosial mempunyai peran penting dalam bidang komunikasi. Dan kita harus menggunakan media ini dengan baik dan benar.

Media sosial (medsos) hari ini memang menjadi sebuah kebutuhan. Kita harus bisa mengambil maslahatnya, seperti untuk menjalin silaturrahim, berdakwah, bermuamalat, dan lain sebagainya. Jangan sebaliknya, untuk menebar kebencian lewat berita bohong, fitnah, ghibah, dan namimah yang akan merusak kerukunan dan persaudaraan antar umat, bangsa dan negara.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebagai adab dalam bermedsos, agar membuat kita lebih bijak.

Pertama, jangan menyebarkan ujaran kebencian.

Allah berfirman dalam surat an-Nur ayat 19:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اَمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ، وَاللهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَاتَعْلَمُوْن

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Cuitan dan postingan kita harus dari sumber yang valid. Kita tidak boleh asal komen. Harus berfikir lebih dahulu, jangan sampai komen kita merugikan diri kita, apalagi merugikan orang lain. Bisa jadi, jari-jari kita akan menjadi senjata yang akan melukai diri sendiri dan orang lain. Kita juga harus menjaga privasi orang lain, jangan sampai ada pihak-pihak yang kita rugikan, dan harus menjaga hak-hak sesama muslim.

Sabda Nabi shalallahu alaihi wassalam:

اَلْمُسْلمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Artinya: “Muslim sejati adalah muslim yang muslim-muslim lain selamat dari lisan dan tangannya.”

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Yang kedua, gunakan medsos sebagai sarana atau wasilah. Medsos sebagai wasilah atau alat untuk berkomunikasi. Disini kita dituntut untuk bijak dan beradab. Jangan hanya karena ingin popularitas, lewat tulisan (tangan) dan lisan, kita menyalahgunakannya untuk saling mengejek, menghina, mencaci, dan menfitnah, dengan tujuanmenjatuhkan kehormatan orang lain. Kita jangan sampai menilai orang lain hanya dari satu sudut pandang saja, apalagi memvonis danmenghakimi orang lain. Yang berhak menilai dan menghakimi hanyalah Allah semata, karena yang Mahabenar dan Yang Maha Mengetahui hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Disini medsos hanya sebagai wasilah, tujuan akhir (al-ghoyah) kita adalah kebenaran hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan kita juga harus mengetahui ruang dan bahasa yang kita pakai, serta berbicara sesuai publik yang kita tuju.

Hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam:

خَاطِبُوْاالنَّاسَ عَلَى قَدْرِ عُقُوْلِهِمْ

Artinya: “Berbicaralah atas manusia sesuai dengan kemampuan berpikirnya.”

Juga ada pepatah Arab:

لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ، وَلَيْسَ كُلُّ مَا يَعْلَمُ يُقَالُ

Artinya: “Setiap ruang ada bahasanya, dan setiap yang diketahui tidak harus disampaikan.”

Yang ketiga, menghindari akun dan informasi palsu. Karena rusaknya suatu kaum termasuk akibat berita atau informasi palsu.

Dalam surat al-Hujarat ayat 6, Allah berfirman:

يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا اِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَاءٍ فَتَبَيَّنُوْا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَدِمِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Alangkah bijaknya, jika kita tabayyun atau klarifikasi terlebih dahulu dalam menyikapi setiap berita yang kita terima, agar tidak memperkeruh suatu keadaan. Sehingga kita menemukan kebenaran yang membawa kepada kemaslahatan bagi kehidupan di dunia dan kelak nanti di akhirat ketika kita dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِى وَ اِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ الاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم،ِ اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ. اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II  

 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ ـ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Teks Khutbah Jumat berbahasa Indonesia edisi 24 Juni 2022 ini disusun oleh Kiai Ali Asmungi, Ketua PC LDNU Trenggalek; editor BNA.
You May Also Like

Bacaan dan Tata Cara Bilal Shalat Jumat (Panduan Singkat)

Dalam pelaksanaan shalat Jumat, bilal atau muraqqi mempunyai peran yang penting. Bilal…

Tata Cara dan Bacaan Bilal Salat Idul Adha

Bilal atau Muraqqi adalah seseorang yang bertugas mengumandangkan tarqiyah (seruan kepada jamaah untuk melaksanakan salat). Berikut tata cara dan bacaan bilal salat Idul Adha.

Khutbah Jumat Basa Jawa: Menakar Perjalanan Hidup di Dunia untuk Kehidupan di Akhirat (LDNU Trenggalek)

Khutbah I اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ اَلْحَمْدُللهِ الَّذِيْ وَعَدَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا…

Khutbah Jumat Bahasa Jawa LDNU Trenggalek: Esensi Syukur

Khutbah I الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ اخْتَارَ الْبَقَاءَ لِنَفْسِهِ وَارْتَضَاهُ. وَحَكَمَ فِيْهِمْ بِعَدْلِهِ…