Banser Ngadisuko Durenan Trenggalek Bakti Sosial Bangun Rumah Korban Gempa

Warta – Belasan personil Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, terjun dalam bakti sosial membangun rumah salah satu korban gempa bumi. Mereka diterjunkan untuk bergotong royong merenovasi rumah yang atapnya roboh akibat gempa yang terjadi satu bulan lalu.

bedah rumah korban gempa bumi 6.1 SR selatan kabupaten malang

Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ngadisuko, Imam Fauzi, mengatakan, kegiatan bakti sosial ini atas permintaan kepala desa setempat. Karena memang anggaran untuk bantuan korban terdampak gempa terbatas.

“Kita sama Pemdes diminta bantuannya untuk berpartisipasi. Sudah dua kali kita ikut dalam bedah rumah di Desa Ngadisuko,” kata Imam Fauzi melalui sambungan telepon, Ahad (23/05/2021).

Menurut sepengetahuannya, dana yang diperoleh dari pemerintah ada yang tunai dan non tunai, seperti material bangunan. Anggapan di masyarakat, kalau pekerjaan sudah dikelola oleh Pemdes, berarti pekerja tukang dan kuli dibayar.

Padahal tidak memungkinkan juga harus menambah banyak kuli untuk memindah semisal pasir, batu bata, dan material lainnya. Karena itulah, sahabat Banser diminta untuk ikut membantu terjun di lapangan.

“Tidak cukup kalau untuk hal-hal yang lain. Material datang, kita harus mendekatkan ke lokasi. Itu kan tidak bisa, pasti butuh tenaga banyak, akhirnya kita dari teman-teman Banser yang tampil,” beber Fauzi, sapaan akrabnya.

 

Baca juga:

 

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan tetap akan mengikuti apa yang diminta oleh Pemdes, apabila dibutuhkan setiap saat. Sebab pada perkembangannya, bakti sosial ini direncanakan akan digilir. Hal ini dikarenakan setelah melihat semangat Banser untuk bergotong royong, para pemuda setempat juga ingin turut andil.

“Kita dimintai tenaganya. Di sisi lain pemuda setempat juga ingin ikut andil,” ungkap pria yang sebelumnya Ketua PR NU Care LazisNU tersebut.

Fauzi menambahkan, tindak lanjut yang diberikan kepada penerima bedah rumah dari Pemkab Trenggalek masih akan menunggu jadwal Pemerintah Desa Ngadisuko. Tidak bisa berjalan sendiri karena prosedur demikian adanya. Namun biasanya, seperti sebelumnya, akan membantu hingga rumah selesai.

Adapun jumlah anggota Banser yang diterjunkan dalam bakti sosial ini berjumlah belasan personil. Di tahap awal, mereka bergotong royong memindahkan batu bata hingga mengayak pasir.

“Alhamdulillah kemarin sekitar 12 anggota (Banser). Belum maksimal karena waktunya kurang pas, ada yang masih kerja dan setelah lebaran,” pungkasnya.

Rumah yang dibedah ini merupakan salah satu korban darigempa bumi berkekuatan 6,1 SR yang terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, gempa yang berpusat di Selatan Kabupaten Malang tersebut merusak 63 unit, beberapa diantaranya roboh.

Dari 11 kecamatan terdampak, kerusakan terbesar berada di Kecamatan Durenan sejumlah 40 bangunan yang rusak. Tidak hanya bangunan fasilitas umum tetapi juga rumah warga. (*)

 


(Madzkan Djazuli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *