Dalam pelaksanaan shalat tarawih di masjid atau mushala, biasanya ada seorang bilal yang menyerukan kalimat-kalimat tertentu. Seruan tersebut merupakan bagian dari bacaan Bilal tarawih dan witir, yang ada tata caranya tertentu meski tidak baku.

Seruan taradldli (dari kata radliyallahu ‘anhu) dalam pelaksanaan shalat tarawih memiliki beberapa fungsi. Sesuai arti kata tarâwîh (tarwihah = istirahat, yaitu istirahat setiap dua kali salam), seruan bilal dimaksudkan untuk beristirahat sejenak sembari melantunkan shalawat.

Selain itu, seruan taradldli, shalawat, dan ditambah doa tersebut menandakan jumlah rakaat yang telah dicapai oleh jamaah shalat tarawih. Sementara di tiap seruan bilal, ada jawaban-jawaban tertentu yang diucapkan oleh makmum atau jamaah. Ada juga beberapa yang saling sahut-menyahut.

Berikut ini bacaan bilal tarawih dan witir beserta tata caranya. Bacaan dan juga susunannya bisa jadi tidak sama di tiap daerah, sesuai tradisi yang sudah berlaku.

Tata Cara dan Bacaan Bilal Tarawih dan Witir

1. Seruan untuk memulai shalat Tarawih (shalat pertama):

Bilal menyeru:

صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

Makmum/jama’ah menyahut:

اَلصَّلَاةُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

2. Seruan untuk shalat kedua

Bilal menyeru:

اَلْبَدرُ مُحَمَّد

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ

3. Seruan untuk shalat ketiga

Setiap memperoleh dua kali salam, bilal membaca doa (diaminkan oleh jamaah):

اَللّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ ٣×  يَا مُجِيْرُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

kemudian membaca taradldli (2 kali salam = Sayyidina Abu Bakar):

اَلْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ الصِّدِّيْق

Makmum/jama’ah menyahut:

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

4. Seruan untuk shalat keempat

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Makmum/jama’ah menyahut:

وَنِعْمَةْ

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

5. Seruan untuk shalat kelima

Setiap memperoleh dua kali salam, bilal membaca doa (diaminkan oleh jamaah):

اَللّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ ٣×  يَا مُجِيْرُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

kemudian membaca taradldli (4 salam = Sayyidina Umar bin Khattab):

اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابْ

Makmum/jama’ah menyahut:

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

6. Seruan untuk shalat keenam (sama persis dengan keempat)

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Makmum/jama’ah menyahut:

وَنِعْمَةْ

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

7. Seruan untuk shalat ketujuh

Setiap memperoleh dua kali salam, bilal membaca doa (diaminkan oleh jamaah):

اَللّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ ٣×  يَا مُجِيْرُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

kemudian membaca taradldli (6 salam = Sayyidina Utsman bin Affan):

اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانْ

Makmum/jama’ah menyahut:

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

8. Seruan untuk shalat kedelapan (sama persis dengan keempat)

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Makmum/jama’ah menyahut:

وَنِعْمَةْ

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

9. Seruan untuk shalat kesembilan

Setiap memperoleh dua kali salam, bilal membaca doa (diaminkan oleh jamaah):

اَللّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ ٣×  يَا مُجِيْرُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

kemudian membaca taradldli (8 salam = Sayyidina Ali bin Abu Thalib):

اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيْ بِنْ اَبِيْ طَالِبْ

Makmum/jama’ah menyahut:

كَرَّمَ اللهُ وَجْهَه

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

10. Seruan untuk shalat kesepuluh (sama persis dengan keempat)

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Makmum/jama’ah menyahut:

وَنِعْمَةْ

Bilal menyeru lagi:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ !

Makmum/jama’ah menyahut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ  ٣×  يَا رَسُولَ الله

Bacaan Bilal Shalat Witir

Setelah mendapat 10 kali salam (20 rakaat), bilal membaca Doa Kamilin dan diaminkan oleh makmum atau jamaah. Namun tidak jarang pula, doa kamilin ini dibacakan langsung oleh imam shalat tarawih.

Setelah pembacaan Doa Kamilin selesai, biasanya dilanjutkan dengan Kultum. Tetapi tidak jarang juga yang langsung melaksanakan shalat witir.

Shalat witir, secara bahasa, artinya shalat sunnah yang berjumlah ganjil. Umumnya dilaksanakan sebanyak 3 rakaat dengan 2 kali salam atau 2 kali pelaksanaan shalat. Shalat pertama berjumlah 2 rakaat, sedangkan shalat terakhir hanya 1 rakaat.

Berikut ini seruan yang dibaca oleh Bilal:

1. Seruan untuk shalat pertama dari Witir

Bilal menyeru:

صَلُّوْا سُنَّةَ مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

Makmum/jama’ah menyahut:

اَلصَّلَاةُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

2. Seruan untuk shalat kedua dari Witir

Bilal menyeru:

صَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الْوِتْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

Makmum/jama’ah menyahut:

اَلصَّلَاةُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

Dengan berakhirnya shalat witir, maka selesai sudah tugas bilal tarawih. Sebab, umumnya zikir serta doa setelah shalat witir langsung dipimpin oleh imam shalat.

Yang perlu diperhatikan, bacaan bilal dalam shalat tarawih dan witir di setiap daerah bisa berbeda-beda. Termasuk bacaan jawaban dari makmum atau jamaah. Hal ini sangat erat kaitannya dengan sosok yang pertama kali mengajarkannya ke masjid atau mushala tersebut. Di samping itu juga pengembangan yang mungki terjadi dari waktu ke waktu. Bagaimanapun adanya seruan bilal dalam shalat tarawih, menurut para ulama, merupakan suatu tradisi yang baik.*

You May Also Like
lbm pcnu trenggalek

Bacaan dan Tata Cara Bilal Salat Idul Fitri

TRENGGALEK – Bilal atau muraqqi adalah seseorang yang bertugas mengumandangkan azan dan…

Lirik Syair Salalahuk (Shalawat Jawa Pujian Setelah Tarawih)

Salalahuk merupakan sebuah syair berbahasa Jawa yang berisi puji-pujian kepada Baginda Nabi…

Khutbah Idul Fitri 1441 H PCNU Trenggalek: SABAR ING DALEM UJIAN (Bahasa Jawa)

  Kuthbah I   اَللهُ أَكْبَرُ  (×9) ،  لاَ إلٰهَ إلاَّ اللهُ…

Lafal Niat Zakat Fitrah Lengkap (Bahasa Arab dan Latin)

Karena niat dalam sangat menentukan, maka saat mengeluarkan zakat, harus jelas apakah untuk diri sendiri, anak, istri, suami, ataukah juga untuk anggota keluarga