awas meme hadis batil wudu maruf khozin direktur aswaja center pwnu jatim
Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin, mempersoalkan hadis wudu yang dapat menghindarkan dari wabah penyakit.

nutrenggalek.or.id – Baru-baru ini, di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19), beredar sebuah hadis yang mengatakan bahwa umat Rasulullah saw akan terhindar dari wabah dan penyakit karena memelihara wudu. Hadis tersebut banyak di-share di media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, melalui meme atau tulisan.

Validkah hadis tersebut ?

Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin, mempersoalkan hadis tersebut. Dalam status facebook-nya (17/3/2020), alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, ini telah menelusuri hadis tersebut dan tidak menemukannya di kitab-kitab Imam At-Thabrani, sebagaimana keterangan dalam meme yang beredar.

Berikut status facebook tersebut:

Wudu yang telah disyariatkan oleh Allah dan dipraktekkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memang memiliki banyak khasiat, baik secara agama atau medis. Tapi ya jangan membuat-buat seolah ada hadis yang sangat tepat dengan kejadian sekarang ini.

Jika ada terjemahan mengatasnamakan hadis, jangan tergesa-gesa mempercayai bahwa itu hadis. Kalau ada teks Arabnya akan lebih cepat mencari sumbernya. Jika tidak ada akan sangat kesulitan mencarinya.

Karena diantara kita, memang nyaris tidak ada al-Huffadz di bidang hadis. Paling-paling hasil googling di situs Arab atau aplikasi kitab.

Saya sudah mengecek ke kitab-kitab Imam At-Thabrani dengan kata pencarian ‘Akhir Zaman’, ‘Ummati’, ‘Waba’, ‘Wudhu’, dan sebagainya. Namun (hadis dimaksud, yang menerangkan bahwa wudu dapat menyelamatkan dari wabah penyakit) belum ditemukan.

Silahkan bagi yang sudah berusaha mencari dan menemukan untuk saling memberi ilmu dan informasi.

Khawatirnya, masuk dalam ancaman hadis ini:

عَنْ الْمُغِيرَة بْن شُعْبَة قَالَ : سَمِعْت رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول : ” إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى غَيْرِي , فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَده مِنْ النَّار ” . متفق عليه.

Artinya: Dari Mughirah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya berbohong atas namaku tidak sama seperti bohong atas nama orang selain aku. Barang siapa berbohong atas namaku secara sengaja maka hendaknya ia mengambil tempat di neraka” (Muttafaq Alaih)

Kesimpulannya, kutipan ayat tersebut tidak jelas sumbernya, dan diduga kuat bukan hadis. Maka, mari berhati-hati terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, tidak gampang menge-share informasi kecuali sudah melakukan tabayyun (klarifikasi dengan beberapa sumber lain yang sahih). Apalagi, berbohong dengan mengatasnamakan Rasulullah saw. Wallahu a’lam.

(Androw Dzulfikar/Zein Ave)

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

8 Amaliyah Hari Asyura 10 Muharam dan Fadhilahnya

Afrizal el-Adzim Syahputra, Lc., MA* Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang…

Hukum Menaati Kebijakan PPKM Menurut Syariat Agama

Kebijakan PPKM memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Ada yang patuh, ada yang cuek, dan ada pula yang menghujat. Lantas bagaimana sikap kita seharusnya?

Bolehkah Berkurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal ?

Salah satu ibadah pada Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban. Bolehkah berkurban untuk orang-orang yang sudah meninggal?

Adab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar dan Agar Dagingnya Enak

Proses (tata cara dan adab) penyembelihan hewan kurban menentukan sah atau tidaknya dan kesempurnaan ibadah kurban. Selain itu mempengaruhi kualitas daging kurban yang enak dan tidak berbau menyengat.