Ratusan santri PP Nurul Hikmah Rejowinangun sigap memunguti sampah yang tertinggal di sepanjang rute Pawai Taaruf HSN PCNU Trenggalek, Ahad (6/11).

Pawai Taaruf dan Istighotsah Akbar sebagai acara puncak Hari Santri Nasional dan menyambut Satu Abad NU telah usai, Ahad (6/11). Ribuan kader NU, santri, dan warga nahdliyin dari berbagai wilayah di Trenggalek terlibat di dalamnya.

Hal tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri dalam persoalan kebersihan. Namun faktanya tidak demikian.

Sepanjang rute jalan yang dilalui peserta pawai, juga di seputar GOR Gajah Putih di mana istighotsah dilaksanakan, kebersihan relatif terjaga. Hampir tidak ditemukan sampah yang berarti sebagaimana bekas acara keramaian pada umumnya. Apa sebabnya?

Tidak lain adalah santriwan-santriwati PP Nurul Hikmah Rejowinangun, kecamatan Trenggalek, yang bertugas sebagai tim relawan kebersihan.

“Alhamdulillah, kami mendapat kepercayaan untuk menjadi tim relawan kebersihan di dalam peringatan Pawai Taaruf dan Istighotsah Kubro kemarin,” tutur Ustadz Yasin, pengasuh PP Nurul Hikmah, Selasa (8/11).

Untuk itu, ia menerjunkan 160 santri putra dan putri. Mereka terdiri dari siswa SMP Islam Plus, SMK, dan juga santri yang sudah tidak bersekolah. Mereka didampingi para ustadz dan ustadzah dalam menjalankan tugas tersebut.

“Konsepnya, kita membersihkan sampah-sampah sebagai dampak dari pawai dan istighotsah,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PCNU Trenggalek tersebut.

Untuk kegiatan pawai, santri PP Nurul Hikmah berada di urutan paling belakang. Mereka turut menyemarakkan pawai sambil membawa kantong plastik besar. Sambil berjalan, mereka memunguti sampah yang terserak di jalan.

Sampah-sampah tersebut kemudian dipindahkan ke mobil bak terbuka atau pick-up yang juga turut berjalan.

Aksi itu mereka lakukan sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai, dari titi start hingga finish di GOR Gajah Putih.

“Setelah itu, di GOR, mereka semuanya mengikuti istighotsah sampai selesai,” tambahnya.

Begitu istighotsah usai dan semua peserta keluar arena, santriwan-santriwati Pondok Nurul Hikmah kembali bekerja. Mereka memunguti sampah-sampah yang tertinggal, seperti bungkus makanan dan minumah dari jamaah.

Sampah-sampah tersebut dimasukkan di dalam kantong plastik yang sudah disiapkan sejak awal.

“Para santri juga menyapu seluruh arena, baik di dalam GOR maupun di halaman,” kata Yasin.

Sampah yang sudah terkumpul kemudian dikoordinasikan dengan pengelola GOR untuk diangkut oleh truk sampah dari Dinas Kebersihan.

Berkat relawan kebersihan dari ratusan santri PP Nurul Hikmah tersebut, arena GOR termasuk halamnnya kembali bersih seperti sedia kala.

Yasin mengaku sangat bersyukur dengan amanah sebagai tim relawan kebersihan. Sebab, pesantren dan para santrinya bisa turut berkontribusi dalam kesuksesan acara puncak Hari Santri Nasional kemarin.

“Semoga santri-santri PP Nurul Hikmah mendapat keberkahan dari Hari Santri dan kebangkitan Satu Abad NU,” pungkasnya.

Pewarta: Androw Dzulfikar

Editor: Androw Dzulfikar

You May Also Like

Daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Trenggalek

  TRENGGALEK – Tahun ajaran baru bagi lembaga pendidikan pondok pesantren umumnya…

Ning Nida Sabet Juara 1 MHQ Internasional di Kazan Rusia

Dewi Yukha Nida, qari internasional asal Trenggalek, berhasil menyabet juara I pada…

Panduan Zakat Fitrah oleh LBM PCNU Trenggalek

  TRENGGALEK – Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim. “Sesungguhnya Rasulullah Saw…

Innalillahi, Bu Nyai Afifah Fanani Kedunglurah Wafat

Warga nahdliyin kabupaten Trenggalek berduka. Bu Nyai Hj. Afifah Fanani, istri (alm)…