Tiga Kepala Desa di Trenggalek Ikuti Diklatsar Banser

Puryono, Kepala Desa Karangturi saat mengikuti giat lapangan.

Ada yang menarik dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang diselenggarakan Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Munjungan, Kabupaten Trenggalek, kemarin. Di antara 105 calon anggota Banser tersebut, ada 3 Kepala Desa di dalamnya.

Tiga Kepala Desa yang rata-rata masih muda tersebut adalah Puryono, Kepala Desa Karangturi; Sumardi, Kepala Desa Sobo; dan Puguh Hadi Santoso, Kepala Desa Bangun.

Puryono, yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Trenggalek, mengungkapkan alasannya ikut Diklatsar selama 4 hari (15—18/2/2018). Selain ingin menjadi Banser yang berkomitmen menjaga NKRI dan ulama, ada satu motivasi khusus yang mendorongnya ikut Diklatsar.

“Ingin membumikan Ahlus Sunnah wal Jama’ah di lapisan bawah, masyarakat grass root“, ungkapnya dengan tegas.

Keinginan kuat Puryono untuk menjadi anggota Banser diketahui sejak lama. Menurut Trianto, Ketua Panitia Diklatsar yang juga dekat dengannya, Puryono sebenarnya ingin daftar jadi anggota Banser sejak Diklatsar angkatan pertama diadakan di Trenggalek. Namun berhubung kendala waktu, Puryono baru bisa ikut Diklatsar, pada angkatan kesebelas ini.

“Dari dulu, berkali-kali Kang Pur menanyakan ke saya dan teman-teman lainnya, kapan ada Diklatsar Banser,” kata Trianto.

Maka, begitu Diklatsar digelar di Kecamatan Munjungan, tidak tanggung-tanggung, Puryono memberangkatkan 13 pemuda Karangturi untuk turut serta, yang, informasi dari Ketua Panitia, biaya registrasi semuanya ditanggung oleh Puryono.

“Sebenarnya ada 2 Perangkat Desa yang siap ikut (Diklatsar), tapi berhubung ada kegiatan mendesak di desa, mereka tidak jadi ikut,” ungkap Puryono.

Terkait dengan tugas-tugasnya sebagai Kepala Desa selama mengikuti Diklatsar, Puryono mengaku tidak terganggu. Selain sudah mengkoordinasikan dengan perangkat desanya, ia juga berkoordinasi dengan Panitia.

Hal itu dibenarkan oleh Trianto. Menurut Trianto, ada toleransi khusus bagi Kepala Desa yang ikut Diklatsar. Meskipun demikian, sudah disiapkan tugas jika terpaksa izin tidak mengikuti materi tertentu agar seluruh materi Diklatsar tetap bisa diterima dengan baik.

“Sahabat Puryono dan dua Kades lainnya menjadi Komendan Pleton. Sangat aktif di seluruh kegiatan yang dijadwalkan. Hanya kemarin tapi tidak lama, Sahabat Puryono izin karena ada keperluan mendesak di desanya,” imbuh Trianto.

Diklatsar Banser angkatan XI tersebut bertempat di kantor Desa Sobo, Kecamatan Munjungan. Diklatsar berlangsung selama empat hari dan diikuti 105 peserta se-Kecamatan Munjungan. Agenda Diklatsar ditutup dengan Bedah Rumah salah satu warga tidak mampu. (Androw Dzulfikar/ Ilham Bai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *