Silaturahim Dengan Gus Loh, Bu Susi Bahas Program Kelautan hingga Kemampuannya Baca Kitab Gundul

Menteri Susi Pudjiastuti didampingi Mas Emil, Mas Ipin, Arumi, dan Novita bersilaturahim ke kediaman Gus Loh, Kedunglurah, Senin (4/2).

NUTRENGGALEK.OR.ID – Di sela lawatannya ke Trenggalek, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyempatkan diri untuk singgah di kediaman Ketua PCNU Trenggalek, KH. Fatchulloh Sholeh, di PP. Bumi Hidayah at–Taqwa, Kedunglurah, Senin (4/2).

Bu Susi didampingi Mas Emil dan Mas Ipin, juga Arumi Bachsin dan Novita.

Dalam agenda silaturahim tersebut, Bu Susi tidak hanya membahas program–program KKP di Trenggalek, tetapi juga menceritakan kedekatannya dengan Nahdlatul Ulama dan para kiai.

 

Baca juga:

Amanah Kiai NU Kepada GP Ansor, Rijalul Ansor, dan Banser Cuma Satu!

Nasihat Gus Loh dalam Bermedia Online

 

Gini–gini, saya juga bisa baca kitab yang tidak ada harakatnya, lo,” kata menteri berpenampilan nyentrik ini sambil tertawa.

Bu Susi yang memang pernah mondok di pesantren ini juga bercerita kepada Gus Loh mengenai pendidikan agamanya, amalan ubudiyahnya yang ala NU, dan bahkan membahas konsep tauhid yang sesuai dengan Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah an–Nahdliyyah dengan cukup gamblang.

“Saya tarawihnya juga 23 rakaat,” lanjut Bu Susi.

Dalam perbincangan yang penuh dengan gelak tawa tersebut, Bu Susi juga menyinggung program pembangunan pelabuhan niaga di Pantai Prigi.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan niaga nantinya bisa mendongkrak perekonomian Kabupaten Trenggalek, karena akan terkoneksi dengan pelabuhan niaga perintis lainnya di pesisir selatan yang sudah lebih dulu beroperasi, seperti Banyuwangi dan Cilacap. Apalagi setelah ada bandara perintis yang masih berada dalam satu kawasan.

Bu Susi juga mengungkapkan pentingnya revolusi mental masyarakat pesisir, agar nantinya bisa mengambil manfaat sebesar–besarnya serta sebagai antisipasi dampak kapitalisme global.

 

Lihat juga: Mas Emil Nantikan Kiprah ISNU untuk Kemajuan Trenggalek

 

Penyampaian Bu Susi tersebut memunculkan usulan agar di Trenggalek didirikan kampus kelautan guna mempersiapkan SDM yang andal dalam mengelola potensi bahari di Kabupaten Trenggalek.

“Saya sangat mengapresiasi itu. Semoga (kampus kelautan) itu segera terwujud di Trenggalek,” pungkas Bu Susi.

Setelah berbincang–bincang selama hampir tiga jam, Bu Susi beserta Mas Emil dan Mas Ipin berpamitan kepada Gus Loh, guna mempersiapkan diri untuk agenda Bersih–Bersih Pantai Prigi esoknya.

 

(Androw Dzulfikar/Zein Ave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *