Ramadanku, Ramadanmu, Ramadan–Nya

Kamis, Juni 7th 2018. | Seni Budaya

Agus Nafiul Waroh*

Romadhon, indahnya wajahmu membuat pening pikiranku
Romadhon, kemulianmu membuat kerdil rasa kemanusiaanku
Romadhon, keagunganmu menjadikan iri para pembencimu
Romadhon, keberkahanmu menyelimuti afaq dunia–Nya

Kuucapkan marhaban tapi hanya tipuan
Kusambut kehadiranmu tapi hanya basa basi
Kuingin bersamamu tapi hanya gurauan
Kumerindukanmu tapi tanpa realisasi

Berkali kali Romadhon terlewati, datang seolah-olah
Penuh harapan, tapi ketika pergi tanpa atsar yang menyertai
Baru usai makan sahur sudah mengharapkan datangnya bunyi bedug magrib malam hari
Baru puasa pertama sudah mengharapkan datangnya hari raya
Baru saja berbuka masih mencari dan mengisi, sebagai balas dendam atas lapar dan dahaga

Dalam malammu kupanggil namamu, akupun tak tahu apakah ini hanya bersitan hati ataukah menirukan para kekasihnya

Romadhon, kemarilah
Romadhon, jangan pergi
Romadhon, teruslah bersamaku dalam kesunyian dan malam-malammu
Romadhon, kudekap dirimu biar bisa menyatu dengan jasadku
Romadhon, ku peluk dirimu untuk mensucikan qolbuku

Inikah malamku ataukah malammu ataukah malam–Nya yang Dia ciptakan khusus bagi qaimin
Inikah tarawihku ataukah tarawihmumu, ataukah tarawih–Nya yang Dia ciptakan khusus bagi mushallin
Inikah puasaku ataukah puasamu ataukah puasanya–Nya yang Dia ciptakan khusus bagi shaimin
Inikah lailatul qodarku ataukah lailatul qodarmu ataukah lailatul qodar–Nya yang Dia ciptakan khusus bagi muhibbin
Inikah Romadhonku ataukah Romadhomu ataukah Romadhon–Nya yang Dia ciptakan khusus bagi muttaqin

Romadhon…
Kemuliaanmu banyak termaktub dalam kalam dan dawuh nabi–Nya
Dipertegas dengan kerasnya para muballigh–muballighoh mensyiarkannya
Rahmat, maghfiroh, barokah di dalammu
Nuzulul qur’an, lailatul qodar dan seabrek amalan–amalan yang dilipatgandakan adalah pemicunya.

Ya Alloh Ya Rabb, di bulan mulia ini
arahkan mataku untuk melihat kalammu
Gerakkan tanganku untuk mengangkat sajadah baruku
Gerakan lidahku untuk melafatkan ayat–ayat–Mu
Arahkan pendengaranku untuk mendengar syariat–Mu
Arahkan penciumanku untuk mencium harumnya syurga–Mu
Gerakan hatiku untuk menuju hidayah–Mu

 

*Pengasuh PP. Darussalam, Karangan, Trenggalek, Romadhon 1439 H.

tags: ,

Related For Ramadanku, Ramadanmu, Ramadan–Nya