PCNU Trenggalek Gelar Serentak Istighotsah li-Daf’il Bala’ Bersama Masyayikh

istighotsah dan doa bersama virus corona
Istighotsah Li-Daf’il Bala’ bersama Masyayikh PCNU Trenggalek untuk Indonesia Aman dari Covid-19 dan Pagebluk, Selasa (7/4), dihadiri oleh Bupati Trenggalek, H. M. Nur Arifin.

 

nutrenggalek.or.id –Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek menggelar istighotsah dan doa bersama yang dipimpin para masyayikh NU, dan diikuti oleh segenap warga Nahdliyin dan masyarakat Trenggalek, pada Selasa (7/4/2020).

Acara bertajuk Serentak Istighotsah li-Daf’il Bala’ Bersama Masyayikh NU Trenggalek untuk Indonesia Aman dari Covid-19 dan Pagebluk tersebut disiarkan secara live streaming melalui channel Fanspage Facebook Soeara NU Trenggalek, Instagram Soeara NU Trenggalek dan akun Youtube NU Care LazisNU Trenggalek.

Secara teknis, Istighotsah terdiri dari dua majelis. Majelis utama dilaksanakan di Gedung PCNU Trenggalek, Jln. Panglima Sudirman No. 26. Sedangkan majelis peserta atau jama’ah dilaksanakan di pondok pesantren, masjid, dan mushola se-Kabupaten Trenggalek, serta di rumah masing-masing warga. Pelaksanaan istighotsah serentak ini tentunya dengan mematuhi Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Hadir di majelis utama, para masyayikh NU Trenggalek antara lain Rois Syuriah KH. Ma’shum, Mustasyar KH. Mastur Ali, Ketua Tandiziyah KH. Muhammad Fatchulloh Sholeh. Kemudian KH. Nurkhotib, KH. Bahrul Munir, KH. Arif Nachrowi, KH. Ahmad Dahlan, KH. Syafi’i, KH. Ghufron Syamsuri, KH. Abdul Latief.

Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, juga hadir dan mengikuti istighotsah dengan khidmat.

“Istighotsah ini bertujuan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, serta memohon agar tha’un atau wabah Covid-19 segera berakhir, dan masyarakat Indonesia, khususnya warga Trenggalek, terhindar dari segala pagebluk,” dhawuh KH. Fatchulloh Sholeh.

Acara diawali dengan Salat Magrib berjamaah yang diimami oleh KH. Mastur Ali. Disusul kemudian sambutan dari Ketua PCNU Trenggalek dilanjutkan sambutan Bupati Arifin.

Di acara inti, sembilan masyayikh yang hadir secara bergantian membacakan wirid dan doa, sebagai berikut: Doa Iftitah dipimpin oleh KH. Ma’shum, istighotsah oleh KH. Arif Nachrowi, Hizib Nashor oleh KH. Mastur Ali, kemudian doa yang secara berturut-turut dibacakan oleh KH. Nurkhotib, KH. Muhammad Fatchulloh Sholeh, KH. Bahrul Munir, KH. Ahmad Dahlan, KH. Syafi’i, KH. Ghufron Syamsuri, dan KH. Abdul Lathif.

Istighotsah berlangsung hingga pukul 19.30 WIB dan dilanjutkan dengan Salat Isya berjamaah.

 

(Androw Dzulfikar/Zein Ave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *