Panduan Salat Idul Fitri di Rumah (Berjamaah atau Munfarid)

 

TRENGGALEK – Guna mencegah meluasnya penyebaran Virus Corona (Covid-19) di masa Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengeluarkan Surat Himbauan Pelaksanaan Sholat ‘Id dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 15 Mei 2020.

Di antara poin dalam surat tersebut, pendatang, pemudik, OTG, ODP, PDP, dan orang yang merasa sakit dihimbau untuk tidak mengikuti Salat Id berjamaah di masjid, musala, atau lapangan. Himbauan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah masing-masing juga ditujukan untuk daerah-daerah yang dinyatakan zona merah.

Untuk itu, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Trenggalek membuat panduan pelaksanaan Salat Id di rumah, baik secara berjamaah dengan anggota keluarga maupun munfarid (sendirian).

 

Beberapa poin penting tentang Salat Idul Fitri

  • Salat Id 2 rakaat, hukumnya sunnah muakkadah;
  • Salat Id boleh dilaksanakan secara berjamaah dan boleh juga secara munfarid (sendirian);
  • Khutbah Idul Fitri hukumnya sunnah;
  • Salat Id sama seperti salat sunnah. Bedanya, Salat Id ada penambahan takbir, yaitu:
    • Takbir 7 x pada rakaat pertama;
    • Takbir 5 x pada rakaat kedua;

Catatan: takbir ini pun hukumnya sunnah. Jika pun tidak dilakukan, Salat Id tetap sah.

 

 

Tata cara Salat Id di rumah

Rakaat Pertama:

  1. Niat

Lafal niat:     اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ ( إِمَامًا/مَأْمُوْمًا ) ِللهِ تَعَالَى

  1. Takbiratul Ihram ( اللهُ اَكْبَر )
  2. Membaca doa iftitah:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ، وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, innī wajjahtu wajhiya lilladzī fatharas samāwāti wal ardha hanīfan musliman, wa mā ana minal musyrikīn, inna shalātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī lillāhi rabbil ālamīn, lā syarīka lahū wa bi dzālika umirtu, wa ana minal muslimīn.

  1. Takbir 7 x

Di antara jeda takbir membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

  1. Membaca Surah al-Fatihah
  2. Membaca Surah pendek (dianjurkan Surah al-A’la)
  3. Rukuk’, I’tidal, dan seterusnya (seperti salat biasanya)

 

Rakaat Kedua:

  1. Takbir 5 x

Di antara jeda takbir membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

  1. Membaca Surah al-Fatihah
  2. Membaca surah pendek (dianjurkan Surah al-Ghasyiyah)
  3. Rukuk’, I’tidal, dan seterusnya (seperti salat biasanya)
  4. Salam

Setelah salat 2 rakaat selesai, imam/khatib yang ditetapkan oleh keluarga kemudian berdiri untuk menyampaikan khutbah. Namun, jika tidak khutbah pun tidak apa-apa karena hukumnya sunnah.

Dengan demikian, pelaksanaan Salat Id di rumah, baik secara berjamaah dengan anggota keluarga maupun munfarid (sendirian) sudah selesai.


Lihat:

Himbauan PCNU Trenggalek tentang pelaksanaan Salat Idul Fitri dan peringatan Hari Raya

Khutbah Salat Idul Fitri


 

(Androw Dzulfikar/Zein Ave)

One Reply to “Panduan Salat Idul Fitri di Rumah (Berjamaah atau Munfarid)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *