Nasihat Gus Loh dalam Bermedia Online

Gus Loh (Ketua PCNU Trenggalek)
Gus Loh memberikan sambutan saat acara Kongkow Media dalam rangka launching Media Center NU Trenggalek

Trenggalek,

PC (Pengurus Cabang) NU (Nahdlatul Ulama) Trenggalek melalui Media Center meluncurkan Website resmi PCNU Trenggalek pada Kamis (22/3/2018) kemarin di Gedung NU Trenggalek. Website nutrenggalek.or.id diresmikan oleh Ketua PCNU Trenggalek, KH. Fatchulloh Sholeh, di sela-sela Kongkow Media.

Sebelum meresmikan secara simbolis, KH. Fatchulloh Sholeh menyampaikan nasehat-nasehat mengenai dunia online, dalam sambutannya. Nasehat-nasehat Gus Loh, sapaan akrab beliau, antara lain sebagai berikut:

Pertama, semakin menguasai dunia online (media online dan media sosial), keimanan dan ketauhidan semestinya juga semakin kuat.

Hal ini karena dunia online, menurut Gus Loh, hakikatnya merupakan implementasi dari dunia makrifat. Orang yang menguasai dunia online sama dengan orang yang memasuki dunia “basyirah” (mata batin yang peka) yaitu sama-sama mampu mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di tempat lain.

“Orang yang meneng (diam) disini, ning Surabaya enek ngene, sumerep,” kata Gus Loh.

Kedua, intensnya aktivitas di dunia online jangan sampai mengganggu ibadah kepada Allah Swt, ketaatan kepada guru, dan pergaulan sosial.

“Kadang gara-gara ngetenan (media online dan medsos), hubungan dengan sesama, hubungan silaturrohim, bahkan dengan guru, dengan orang tua, dengan keluarga menjadi tidak baik, tidak akrab, karena terbuai kenikmatan bermedsos,” kata Gus Loh.

Ketiga, mengingat media online hanyalah sebuah alat, yang baik/buruknya tergantung kepada penggunanya, maka kader NU harus memanfaatkan sebaik-baiknya untuk syiar kebaikan. Apalagi melihat massifnya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan ajaran Islam yang cenderung radikal di media online.

“Kader NU harus mampu mengimbanginya, bahkan memerangi hal-hal seperti itu di dunia online,” tegas Gus Loh.

Dan keempat, jangan menggunakan media online sebagai kyai (guru).

Orang yang secara keilmuan tidak punya sanad, maka sanadnya bisa-bisa diisi oleh iblis/setan. Apalagi jika yang tanpa sanad adalah ilmu tauhid, pasti mengarah pada kesesatan. Itulah kenapa ketersambungan sanad merupakan prinsip dasar NU dalam keilmuan.

Di media online, informasi apapun tersedia. Jadi, meski kita bisa mempelajari suatu ilmu melalui media online, namun secara dzahir harus tetap berguru kepada kyai yang benar dan lembaga pendidikan yang benar.

“Ora bakal barokah, sampeyan ndak bakal dadi ‘alim, lek sampeyan berguru di media online,” kata Gus Loh.

Launching website PCNU Trenggalek tersebut dilakukan di sela-sela Kongkow Media yang mengangkat tema Media Online dan Dakwah Islam Moderat.

Bertindak sebagai pembicara antara lain M. Nur Arifin (Plt. Bupati Trenggalek), Rijal Mumazziq (Ketua LTN NU Surabaya), HM Muntahibun Nafis (Kapuslitpen IAIN Tulungagung), Dwijo Utomo Maksum (mantan jurnalis senior Tempo), dan Hamzah Abdillah (Ketua PWI Trenggalek).

(Androw Dzulfikar/MNi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *