Jelang New Normal, Fraksi PKB Trenggalek Minta Pemkab Perhatikan Pondok Pesantren

new normal pondok pesantren

TRENGGALEK – Menjelang pemberlakuan kebijakan New Normal  atau pola hidup normal baru pada 1 Juni 2020, Fraksi PKB Trenggalek meminta agar Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak hanya menekankan satu sektor saja seperti ketahanan ekonomi, tetapi juga memikirkan dampaknya di bidang pendidikan, khususnya pada pondok pesantren.

Hal itu diungkapkan oleh Amin Tohari, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Trenggalek, Kamis (28/5).

“Sejak munculnya pandemi Covid-19, pondok-pondok (pesantren) di Trenggalek terpaksa memulangkan santrinya karena keterbatasan sarana dan prasarana yang memadai untuk menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Kang Amin, sapaan akrabnya.

Karena itulah, lanjut Kang Amin, apabila Trenggalek benar-benar memberlakukan New Normal, yang berarti pendidikan di pesantren dimulai kembali, maka Pemerintah Kabupaten Trenggalek agar menyediakan fasilitas yang memadai bagi pondok-pondok yang ada di Trenggalek.

“Di pondok, satu kamar diisi sampai belasan santri. Belum lagi tempat wudu yang kebanyakan masih berupa kulah (bak mandi sangat besar). Jika Pemerintah tidak memperhatikan, bagaimana nasib (kesehatan) para santri?” imbuh Kang Amin meneruskan aspirasi dari kalangan pesantren.

Hal senada juga diungkapkan H. Sukarodin, Ketua Fraksi PKB yang juga Ketua LP Ma’arif NU Trenggalek. Menurutnya, dampak pemberlakuan New Normal terhadap pesantren yang memiliki ribuan santri juga harus mendapat perhatian yang serius.

“Ada sekitar 70 lebih pesantren di Trenggalek dengan santri dan santriwati yang berjumlah ribuan. Itu juga harus kita pikirkan. Apalagi mengingat kontribusi pesantren dan kaum santri yang besar terhadap bangsa dan negara,” kata Sukarodin.

Sebagai ketua lembaga di bawah naungan PCNU Trenggalek yang menangani urusan pendidikan, Sukarodin mengaku banyak memahami persoalan pendidikan termasuk pondok pesantren.

Menurutnya, fasilitasi dari Pemkab Trenggalek seperti asrama, tempat wudu beserta toilet, ruang belajar (mengaji), dan sarana-prasarana lainnya yang layak dan sesuai protokol kesehatan perlu tersedia jika ingin kebijakan New Normal berjalan efektif.

 

 

(madz/zein ave)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *