Amanah Kiai NU Kepada GP Ansor, Rijalul Ansor, dan Banser

Kasatkornas Banser, Ir. H. Alfa Isnaeni, saat menyampaikan sambutan pada upacara pembukaan Konfercab GP Ansor Trenggalek, Sabtu (2/2).

 

nutrenggalek.or.id – Keluarga besar Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Rijalul Ansor (RA), dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di seluruh Indonesia mendapat satu amanah yang tidak bisa ditawar–tawar dari para kiai dan ulama NU.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, Ir. H. Alfa Isnaeni, saat memberikan sambutan mewakili Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor dalam Upacara Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Trenggalek di aula Gedung NU Trenggalek pada Sabtu (2/2).

“Amanah dari para kiai dan ulama NU sebenarnya cuma satu, (yaitu) mengamalkan, mendakwahkan, dan menjaga Islam ahlus sunnah wal jamaah annahdliyyah,” ungkap Sahabat Alfa.

 

Baca juga: GP Ansor Trenggalek Bakal Gelar Konfercab Awal Februari

 

Karena merupakan sebuah amanah, lanjut Sahabat Alfa, maka seluruh kader GP Ansor, Banser, dan RA wajib menaati dan melaksanakannya. Amanah tersebut juga tidak boleh diubah, karena memang menjadi aqidah GP Ansor sebagaimana tercantum dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga.

Namun demikian, antara kader GP Ansor, RA, dam Banser, ada perbedaan dalam cara mengamalkannya.

Bagi Banser, untuk mengamalkan, mendakwahkan, dan menjaga Islam ahlus sunnah wal jamaah annahdliyyah, modal utamanya adalah yakin. Yakin kepada kiai dan ulama NU.

“Misalnya, karena kiai NU membenarkan amalan tahlilan dan yasinan, maka bagi Banser, cukup yakin bahwa tahlilan dan yasinan itu benar,” tegas Sahabat Alfa.

Sementara untuk Rijalul Ansor, imbuh Sahabat Alfa, modal yakin saja belum cukup. Selain yakin kepada kiai, kader Rijalul Ansor juga harus paham dalil.

“Karena, Rijalul Ansor memang didesain untuk memberikan pencerahan kepada Ansor–Banser tentang dalil–dalil amaliyah aswaja annahdliyyah, kaidah–kaidah fikih, dan sebagainya,” terang Sahabat Alfa.

 

Lihat juga: Alfa Isnaeni: Yang Waras Tidak Boleh Mengalah

 

Beda lagi dengan kader GP Ansor. Kader GP Ansor, apalagi Pimpinan GP Ansor, tidak cukup hanya dengan modal yakin dan mengerti dalil, tetapi juga berkewajiban menata amaliyah, dakwah, dan penjagaan Islam ahlus sunnah wal jamaah annahdliyyah menjadi sebuah peradaban.

“Termasuk tugas bagi Pimpinan Cabang GP Ansor, yaitu bagaimana menata, mendakwahkan, dan menjaga Islam ahlus sunnah wal jamaah annahdliyyah bisa hadir di tengah–tengah masyarakat di tingkat kabupaten,” tegas Sahabat Alfa.

Seluruh kader GP Ansor, Banser, dan Rijalul Ansor harus melaksanakan amanah tersebut, dan membumikan Islam aswaja annahdliyyah ke tengah–tengah masyarakat, karena cara beragama ala Nahdlatul Ulama yang moderat dan toleran tersebut sejak beberapa tahun terakhir menjadi perhatian dunia dan sudah diakomodasi oleh banyak negara Islam.

 

(Androw Dzulfikar/Zein Ave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *